dengan selembar keraguan
memporak-porandakan keteguhan
yg semalam masih tersusun berjajar
diantara keindahan yang mengikis
mencoba memalsukan perasaan
menghitamkan yang putih
melemahkan yang tegar
lenting dawai ini masih melagu
sekalipun sinarnya meredup
08 Desember 2011
07 Desember 2011
MENGINGATMU
untuk sebuah hati yg kini mengisi
menyibak sejarah yang terlupa
mengungkap sekilat tanda tanya
tabir telah membisiki
lincah bola mata yang bermain
berputar-putar diatas kepala
berseru padamu
andai engkau terlupa saat silam
disini kakiku tertahan
meronta meyakinkan
ku bersamamu disegala ingatan
menyibak sejarah yang terlupa
mengungkap sekilat tanda tanya
tabir telah membisiki
lincah bola mata yang bermain
berputar-putar diatas kepala
berseru padamu
andai engkau terlupa saat silam
disini kakiku tertahan
meronta meyakinkan
ku bersamamu disegala ingatan
05 Desember 2011
Kau Udaraku
kau bangkitkan pijar yang memadam
menyulut api yang melemah
saat ruangan menjadi tak berperisai
senyummu memecah diberanda hati
dibuku kecil ini kau lukiskan
tentang hitam putih cerita yang terserak
membagi dunia yang sempit dengan sajakku
wajahmu selalu menari dalam ilusi
mengisi nafasku bagai udara
menyita hampir seluruh mimpi
membasuh doa-doa yang singgah
kau tak selalu kasat mata
tapi kau ada,
disini, diberanda hati
menyulut api yang melemah
saat ruangan menjadi tak berperisai
senyummu memecah diberanda hati
dibuku kecil ini kau lukiskan
tentang hitam putih cerita yang terserak
membagi dunia yang sempit dengan sajakku
wajahmu selalu menari dalam ilusi
mengisi nafasku bagai udara
menyita hampir seluruh mimpi
membasuh doa-doa yang singgah
kau tak selalu kasat mata
tapi kau ada,
disini, diberanda hati
30 November 2011
Tetap menanti
Butiran kristal ini menetes perlahan
Saat kembali mengingatmu
Dalam helahan nafas memburu
Menahan ngilu yang memberontak
Cerita ini tentang penantian
Diujung lorong ku berdoa
Berharap untaian senyum yang tersimpan
Dan disini aku masih menanti
Bertahta di sepotong tempat dihatimu
Walau harus ku menunggu hingga mata tetutup
Pengharapan ini akan kubawa hingga dunia kedua.
Di Ujung Jalan
Katakan pada duniamu tentang rindu
Sajak yang telah aku ingkari
Sejak kau putuskan itu
Semakin hilang aku terbawa arus
Mempermainkan lukaku yang belum lagi kering
Mencari hari untuk berbaring
Adakah hati untuk merebahkan
Semua perjalanan ngilu yang menari-nari menghantui
Biarkan aku damai dengan lukaku
Pergilah jika itu maumu
MAMA
saat terjaga jauh darimu
mengingat pada kebersamaan yg terpisah
rentan akan waktu
tapi senyummu masih tersimpan
sebagai perisai kekuatan
genggaman yg semakin melemah
dan cerita yg hampir tak terjamah
meluruhkan langkah kecil
sekali lagi mencoba berjalan
untuk bersamamu walau jauh
mengingat pada kebersamaan yg terpisah
rentan akan waktu
tapi senyummu masih tersimpan
sebagai perisai kekuatan
genggaman yg semakin melemah
dan cerita yg hampir tak terjamah
meluruhkan langkah kecil
sekali lagi mencoba berjalan
untuk bersamamu walau jauh
28 November 2011
HINGGA WAKTU TIBA
ingin bila saatku tiba
lentingan gitar kan mengiringi
membawaku padamu dengan secarik keberanian
bila saatku tiba
hanya keyakinan yang merajai
meluluh lantakkan barisan pesonamu
bila saat itu tiba
kan menjadi cerita penutup
yang kurangkai tanpa lelah
sebagai persembahan terakhir yg kau kenang
lentingan gitar kan mengiringi
membawaku padamu dengan secarik keberanian
bila saatku tiba
hanya keyakinan yang merajai
meluluh lantakkan barisan pesonamu
bila saat itu tiba
kan menjadi cerita penutup
yang kurangkai tanpa lelah
sebagai persembahan terakhir yg kau kenang
Langganan:
Postingan (Atom)