23 Januari 2012

Pecundang

gemerlap detak yang menghujani
membisiki pecundang yang kehabisan alasan
berharap pelangi memayungi segala gerik
dibawah petang yang menertawai

masih mencoba menelusuri
sejenak menemui harapan yang menjejak

tujuan yang terlalu memaksa
memisahkan kenyataan dengan harapan yang memanjang

Lantunan Pagi

kini surya menyapa
melupakan ngilu yang semalam menggigit

kunikmati ritme nafas yang memburu
dalam kayuhan yang gentar

kuresapi warna pagi
seakan udara ikut membayang
diantara diam yang kusimpan,
kumengingatmu..

Doa Ketika Malam

Tuhan
seluas kasihMu kini mengarungi
saat kau tuliskan namanya diperjalananku

seketika detak surya menguning
lalu Kau warnai kanvasku seindah pelangi
membekas dilorong terpanjangku

Tuhan
berikanku kunci malam
agar kumasuki ruang bintang bersamanya
melantunkan lagu pengharapan

dan ketika langit mulai berpawai
pinjamiku sepotong bulan
menjaga lelapnya hingga pagi menyingsing

TENTANG BINTANG

saat malam kusulap bermandi bintang
sudikah kau memetiknya
menaruh simpul cahayanya disaku bajumu
menyimpan seluruh teka teki yang menari
dibalik lembut lekuknya
ditiap titik memancar
memusatkan energi bersayap doa

akan kunyanyikan ditiap malamku
tentang bintang yang berpijar setia

MEMBACA ARTI

dimatamu kulihat keteduhan
berpijar melambat mengisi lorong hati

dalam lelapmu kuterjaga
mengingat yang kau lupa
membaca arti yang kau gariskan dijalanku

lembar ini berjalan
mendekat mengetuk ruang yang menyisa
sarat akan merah biru ungu

kuberpasrah,
dilubuk hati selalu menata

10 Desember 2011

SINARMU MEMBAKAR

terbaring dan menanti
membayang sejarah yang kututup

ketika itu pelangi masih melengkung
lalu kau cabik ceritaku
membunuh warna yang kurangkai

kita hanyalah gelas pecah
serpihan yang tak akan menyatu

sejenak kau bersinar
kini sinarmu membakar
memaksaku menghindar

DIBAWAH HUJAN

dibawah hujan kugubah rindu
melunturkan bayangan yang menghantu

melalui potret kuberkaca
mengutip tulus yang terserak
bersemayam dilorong hati

masih tentangmu kubernyanyi
mengingat dibawah hujan
mencoba melewati batas

engkau adalah detik yang berdetak
mengisi yang kosong
meluruhkan yang sombong

pintu yang kau masuki
perlahan mengunci
tetaplah disana hingga mata menutup