Kehidupan silih berganti
Hari-hari kian menjadi hitam putih keyakinan
Antara mimpi-mimpi yang berlaku
Indahnya tetap menjadi harapan
Riang tawa mengiringi
Untuk sepotong kisah tentangmu
Nyanyikanlah melodimu dengan riang
Nyanyikanlah melodimu dengan lantang
Indah nadanya akan menyertai langkahmu
Seindah perpautan usia yang kini menjembatani mimpi dengan harapan
Aku akan senantiasa menyangkutkanmu serta dalam doa
Selamat Hari Jadi..
31 Oktober 2011
14 Juli 2011
Lembaran Koyak
aksara ini hanyalah lembaran koyak
yang dulu pernah semerbak mengkilau
bukannya mengingat namun teringat
sekotak penuh harapan yang terkunci
oleh pintu hati yang membisu
andai boleh kugubah takdir
kan kusatukan peraduan hingga ujung mentari
menambatkan kisahmu dalam buku kecilku
berjalan mengiringi
mengusir sepi
sebaris doa yang kupinta
hanya memandangmu dengan tabah
berharap merelakanmu dengannya
yang dulu pernah semerbak mengkilau
bukannya mengingat namun teringat
sekotak penuh harapan yang terkunci
oleh pintu hati yang membisu
andai boleh kugubah takdir
kan kusatukan peraduan hingga ujung mentari
menambatkan kisahmu dalam buku kecilku
berjalan mengiringi
mengusir sepi
sebaris doa yang kupinta
hanya memandangmu dengan tabah
berharap merelakanmu dengannya
11 Juli 2011
Berganti Senja
Kau pernah bersajak tentang kita
Berisi bait tentang keindahan
di kertas lusuh berdebu
Sejenak waktu berhenti
mempertanyakan kenyataan yang membungkam
menyerah pada selembar takdir
kau yang mengajariku mengukir pagi
dengan sabar menuntun jemariku merajut petang
kini kau sendiri yang menutup senja
jauh sebelum kucoba meraih bulan untukmu
Berisi bait tentang keindahan
di kertas lusuh berdebu
Sejenak waktu berhenti
mempertanyakan kenyataan yang membungkam
menyerah pada selembar takdir
kau yang mengajariku mengukir pagi
dengan sabar menuntun jemariku merajut petang
kini kau sendiri yang menutup senja
jauh sebelum kucoba meraih bulan untukmu
30 Juni 2011
Mengingat 1 Juli
kucari rangkaian kalimat untukmu
dari setiap sudut kucoba selami
menyibak doa-doa yang terkumpul
ribuan hari ku mengingatmu
melewati waktu dengan siraman rindu
yang tak kunjung kau sadari
aku hanyalah sekelumit dari kumpulan orang
tak berbekas dihatimu
aku bertahan tanpa syarat
dan inilah hadiah dariku
tetap mengingatmu hingga aku terbaring
dari setiap sudut kucoba selami
menyibak doa-doa yang terkumpul
ribuan hari ku mengingatmu
melewati waktu dengan siraman rindu
yang tak kunjung kau sadari
aku hanyalah sekelumit dari kumpulan orang
tak berbekas dihatimu
aku bertahan tanpa syarat
dan inilah hadiah dariku
tetap mengingatmu hingga aku terbaring
Kepastian
Pancaran terindah disudut matamu
Kulihat lentik dan ku terbaring
Pesona yang kian terbakar
Oleh pintu-pintu yang kian tertutup
Pemuja yang kehilangan alasan
Dibatas nyata dan harapan
Kemana kan berlabuh
Selama teguh hati bernyanyi
Berliku dengan imajinasi yang menertawai
Pergilah jika itu kepastian
Jangan tinggalkan jejak walau sebiji duri
Tanda Tanya
Dunia yang tak ku temui titiknya
Bermain dengan ketidakpastian melangkah
Kuukir sejuntai keraguan untuknya
Tempat harusnya membuka cerita
Dan kuberlari menjauh,
Membiarkan tanda tanya yang menggapit
Diantara bertahan dan berpindah
Tunjukan selagi ada..
04 Juni 2011
Engkau Adalah...
engkau adalah kerelaanku yg kesekian
untuk lantunan putus asaku
berdiam ditempat terdalam
dan mengarungi celah rahasia bongkahan hatiku
engkau adalah cincin tanpa nama
yang kusemat tanpa arti dijari ini
membayang-bayang disaat aku lelah menanti
engkau adalah jemari dimataku
saat ku separuh menangis
engkau adalah sepasang tangan dipundak
saat aku terlalu rapuh bertindak
engkau adalah engkau
yang tak mampu kujangkau
untuk lantunan putus asaku
berdiam ditempat terdalam
dan mengarungi celah rahasia bongkahan hatiku
engkau adalah cincin tanpa nama
yang kusemat tanpa arti dijari ini
membayang-bayang disaat aku lelah menanti
engkau adalah jemari dimataku
saat ku separuh menangis
engkau adalah sepasang tangan dipundak
saat aku terlalu rapuh bertindak
engkau adalah engkau
yang tak mampu kujangkau
Langganan:
Postingan (Atom)